Tak pernah ku sangka akan sesakit dan sepedih ini. Mencintai kamu yang tak mampu ku miliki lagi.
Aku tahu keadaan yang memaksa kita memilih jalan ini, walau ku tahu kau masih mencintai aku dan tak pernah sedikitpun rasa cintaku terhadapmu meluntur bersama waktu.
Kini aku hidup bagai mati, mati bagai hidup di dalam lubang yang ku gali sendiri.
Aku tersiksa siang malam karna mu, kamu meracuni hati dan pikiranku dengan dirimu.
Mengapa kita harus tercipta, bertemu dan jatuh cinta namun tak mampu bersama?
Aku pernah memilikimu sekali, walau kita mencintai satu sama lain takdir memaksa kita menepih dari kisah ini.
Mungkin hanya kenangan-kenangan lalu yang mampu membuatku bertahan dalam kekeringan ini.
Aku bertahan pada sebuah keyakinan bahwa suatu saat nanti kamu kan kembali padaku bila TUHAN mengijinkan aku di cintai kamu untuk sekali lagi.
Thursday, November 24, 2011
Wednesday, November 2, 2011
Ku Pikir
Di saat tersedihku tak ada satupun kawan yang menemani. Dahulu ku pikir, aku memiliki banyak kawan dan sahabat. Namun kini ku tahu, aku tak memiliki mereka sejak lama. Mungkin sejak aku menyayangi DIA, kini setelah DIA pergi aku berteman lara dan sepi. Aku menatap layar kosong ponsel maupun layar PC ku, namun tak ku temukan juah sahabatku. Apakah aku yang melupakan mereka atau mereka yang lupa akan keberadaanku? aku tak mampu menjawab dari setiap pertanyaan ku sendiri. Menangis? apalah gunanya menangis di kala malam? tangisan takkan mengembalikan waktu dan sahabatku yang hilang. Ingin ku mencari para sahabatku, tetapi kemana ku harus mencari? Sedangkan kepingan hatiku pun tak mampu ku temukan. Aku tahu hidup itu tak selalu berada di bawah ataupun di atas. begitulah hidupku yang kini berada di bawah terseok-seok mencari sahabatku yang hilang di telan ganasnya waktu.
Hatiku
Aku mungkin tak pernah tahu isi hatimu 100%, tapi aku tahu isi hatiku setelah tak bersama mu. Aku masi mencintaimu seperti dulu saat sebelum aku memutuskan berpisah denganmu. Bukan aku tak mau mencoba bertahan dalam situasi ini, tapi aku selalu melewati segala sesuatunya sendiri. Aku tak mampu bertahan dalam situasi yang tak pernah berujung pada sebuah kejelasan, aku dihadapkan pada jalan buntu yang tak mampu aku cari jalan keluarnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)